header image

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN OPERASI

Posted by: | Desember 25, 2012 | No Comment |

MAKALAH

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN OPERASI

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

 

Nama / NIM        :   1. Juli Rianto /

                                 2. Puryanto /

Program Studi     :   S1 Teknik Industri

 

 

 

Ditujukan kepada :

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INDUSTRI

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MUHAMMADIYAH KEBUMEN

Jl. Pahlawan 188 Mertokondo Kebumen 54317 Telp. 0287 5547279 Fax. 0287 385212

e-mail: [email protected] Website: www.sttm.ac.id

PRAKATA

Puji sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan beribu kenikmatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang kami beri judul PERENCANAAN DAN PENGAWASAN OPERASI.

Makalah ini berisi bagaimana kita merencanakan suatu perusahaan agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Selain merencanakan, makalah ini juga mengupas bagaimana tindakan pengawasan terhadap operasi suatu perusahaan dijalankan untuk bisa memastikan bahwa kegiatan operasi perusahaan dapat berjalan sesuai dengan kaidah yang dianut.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah kasanah keilmuan kita tentang perencanaan dan pengawasan operasi dalam suatu perusahaan.

 

Karanganyar, 09 Oktober 2012

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Prakata ……………………………………………………………………………..….    i

Daftar Isi ……………………………………………………………………………….    ii

BAB I    Pendahuluan

1.1.    Latar Belakang ……………………………………………………….    1

1.2.    Tujuan …………………………………………………………….….    1

1.3.    Manfaat ……………………………………………………………….    2

BAB II   Perencanaan dan Pengawasan Operasi Perusahaan

2.1.    Pengertian …………………………………………………………….    3

2.2.    Jenis-jenis Kegiatan Perencanaan dan Pengawasan …….….……….    4

2.3.    Proses Perencanaan dan Pengawasan Operasional ……….….….….   6

2.3.1. Proses Perencanaan ………………………………….…….….    6

2.3.2. Proses Pengawasan …………………………………………….    10

BAB III  Penutup

3.1.    Simpulan ………………………………………………………….….    13

3.2.    Saran ………………………………………………………………….    14

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………..….    16

BAB I

  1. 1.        LATAR BELAKANG

Suatu perusahaan yang baik tentunya telah direncanakan dengan baik pula. Perencanaan dalam pengertian ini menitik beratkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Akan menjadi mustahil apabila suatu perusahaan yang bagus hanya direncanakan dengan ala kadarnya saja.

Selain kegiatan perencanaan yang baik pada tahap awal, suatu perusahaan juga membutuhkan suatu pengawasan (pengendalian) dalam segala bentuk operasional perusahaan. Kegiatan pengawasan (pengendalian) ini mempunyai tujuan agar dapat memastikan suatu perusahaan tidak melenceng dari tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya dan untuk dapat mencapai hasil yang memuaskan.

Kegiatan pengawasan/pengendalian ini adalah mencakup semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan oleh suatu perusahaan.

 

  1. 2.        TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan disusunnya makalah ini yaitu:

  1. Sebagai pemenuhan atas tugas yang dibebankan.
  2. Memberi gambaran kepada pembaca tentang bagaiamana merencanakan dan melakukan pengawasan produksi suatu perusahaan.
  3. Memupuk jiwa wirausaha kepada pembaca.
  4. Memberikan referensi kepada pembaca tentang perencanaan dan pengawasan operasional perusahaan.
  5. 3.        MANFAAT

Dengan membaca dan memahami isi makalah, diharapkan dapat memperoleh manfaat yaitu:

  1. Semakin terbukanya pengetahuan tentang cara merencanakan dan melakukan pengawasan terhadap suatu perusahaan yang baik.
  2. Bertambahnya wawasan tentang tata kelola perusahaan yang baik.
  3. Semakin tingginya minat untuk mampraktekkan ilmu yang didapat dengan berwira usaha.
  4. Semakin menurunnya jumlah pengangguran usia kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN OPERASI PERUSAHAAN

2.1.  Pengertian

Perencanaan adalah suatu kegiatan menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian. Perencanaan dalam pengertian ini menitik beratkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Sedangkan Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna. Dari pendapat Kaufman tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu yang menjadi keperluan dalam sebuah sistem untuk mendukung tercapainya tujuan. Tidak itu saja selain mendukung tercapainya tujuan suatu sistem maupun lembaga perencanaan yang dipersiapkan hendaknya bermanfaat secara aplikasi, dan lebih penting adalah dikerjakan dan disusun berdasarkan kepatutan serta tidak melanggar norma yang berlaku.

Menurut Kaufman dalam perencanaan mengandung beberapa elemen sebagai berikut:

  1. Mengindentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan.
  2. Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas.
  3. Memperinci spesifikasi hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang dipioritaskan.
  4. Mengidentifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap alternatif.
  5. Mengidentifikasi strategi alternatif yang memungkinkan, termasuk di dalamnya peralatan untuk melengkapi tiap persyaratan untuk mencapai kebutuhan, untung rugi berbagai latar dan strategi yang digunakan.

Kegiatan pengawasan operasi perusahaan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memastikan suatu perusahaan tidak melenceng dari tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya dan untuk dapat mencapai hasil yang memuaskan. Sedangkan pengertian kegiatan pengawasan (pengendalian) adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan.

Suatu kegiatan pengawasan operasional perusahaan selalu dibarengi dengan kegiatan pengendalian. Hal ini mempunyai tujuan bahwa tujuan dari pengawasan itu sendiri adalah untuk mengendalikan operasi perusahaan agar sesuai dengan tujuan awal dari perusahaan itu didirikan dan untuk dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

 

2.2.  Jenis-jenis kegiatan perencanaan dan pengawasan operasi perusahaan

Suatu perusahaan yang baik, paling tidak terdapat enam jenis kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat merencanakan dan melakukan pengawasan dalam suatu kegiatan operasional yaitu:

  1. Kegiatan Peramalan

Kegiatan peramalan adalah kegiatan untuk melakukan perkiraan-perkiraan atau estimasi tingkat permintaan suatu produk untuk periode yang akan datang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisa dengan cara tertentu.

  1. Perencanaan Operasi/Produksi

Kegiatan perencanaan operasi/produksi mempunyai tujuan untuk mengetahui jumlah barang yang harus diproduksi dengan berdasarkan hasil peramalan (perhitungan) dan persediaan yang ada. Kegiatan perencanaan operasi/produksi juga sebagai acuan untuk menentukan/merancang jadwal produksi.

  1. Pengawasan dan Perencanaan Persediaan

Yang dimaksud dengan persediaan adalah sumber daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut berupa kegiatan produksi pada sistem manufaktur, kegiatan pemasaran pada sistem distribusi, atau kegiatan konsumsi pada sistem rumah tangga.

Kegiatan pengawasan dan perencanaan persediaan bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar jalannya operasi perusahaan yang dilakukan secara berturut-turut pada waktu memproduksi barang untuk dipasarkan kepada konsumen.

  1. 4.         Material Requiremen Plaining

Kegiatan material requiremen plaining mempunyai tujuan untuk menterjemahkan metode perencanaan material menjadi kebutuhan logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan jadwal induk produksi (master production schedule) menjadi kebutuhan bersih (net requirement) material untuk semua komponen produk.

  1. Line Balancing (Keseimbangan Lintasan)

Adalah suatu upaya untuk meminimalkan ketidak seimbangan diantara mesin-mesin produksi untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.

  1. Konsep Just in Time

Adalah memproduksi output yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pada setiap proses dan sistem produksi dengan cara yang paling ekonomis dan efisien.

 

2.3.  Proses Perencanaan dan Pengawasan Operasional

2.3.1. Proses Perencanaan

Sebelum para manajer dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan operasi perusahaan. Pada tahap perencanaan para manajer menentukan apa yang akan dikerjakan, kapan akan mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan siapa yang akan mengerjakannya.

Kebutuhan akan perencanaan ada pada semua tingkatan manajemen perusahaan dan semakin meningkat pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, dimana perencanaan itu mempunyai kemungkinan dampak yang paling besar pada keberhasilan operasi perusahaan. Pada tingkatan top manajer pada umumnya mencurahkan hampir semua waktu perencanannya jauh ke masa depan dan pada strategi-strategi dari seluruh operasi perusahaan. Manajer pada tingkatan yang lebih rendah merencanakan terutama untuk sub unit mereka sendiri dan untuk jangka waktu yang lebih pendek.

Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang tergantung pada ukuran dan tujuan operasi perusahaan dan pada fungsi atau kegiatan khusus manajer. Perusahaan yang besar dan berskala internasional lebih menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang daripada perusahaan lokal. Akan tetapi pada umumnya perusahaan perlu mempertimbangkan keseimbangan antara perencanaan jangka panjang maupun perencanaan jangka pendek. Karena itu penting bagi para manajer untuk mengerti peranan perencanaan secara keseluruhan.

Menurut T. Hani Handoko (1999) kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap sebagai berikut :

1.      Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.

2.      Merumuskan keadaan saat ini.

3.      Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.

4.      Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.

Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang digunakan untuk meningkatkan kemungkinan pencapain tujuan di waktu yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan operasi perusahaan harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.

Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan :

1.      Untuk mencapai “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.

2.      Untuk mencapai “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Beberapa manfaat perencanaan adalah:

1.      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan.

2.      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

3.      Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.

4.      Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.

5.      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.

6.      Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.

7.      Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Beberapa kelemahan perencanaan adalah:

1.      Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin lebih banyak pada kondisi yang sebenarnya.

2.      Perencanaan cenderung menunda kegiatan.

3.      Perencanaan dapat membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.

4.      Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi.

5.      Ada beberapa rencana yang dilaksanakan dengan tidak konsisten.

Perencanaan operasional adalah rencana yang menitik beratkan pada perencanaan taktis untuk mencapai tujuan operasional. Dikembangkan oleh manajer tingkat menegah dan tingkat bawah, rencana operasional memiliki fokus jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil aktivitas.

Pada dasarnya kita mengenal 3 kerangka waktu perencanaan:

1.      Rencana Jangka Panjang

Suatu rencana jangka panjang (long-range plan) meliputi banyak tahun, bahkan beberapa dekade.

2.     Rencana jangka Menengah

Suatu rencana yang agak bersifat sementara dan lebih mudah berubah dibanding rencana jangka panjang. Rencana jangka menengah biasanya meliputi periode satu hingga lima tahun dan terutama penting bagi manajer menengah dan manajer lini.

3.      Rencana jangka Pendek

Suatu rencana jangka pendek pada umumnya memiliki kerangka waktu satu tahun atau kurang. Rencana jangka pendek (short-range plan) sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari manajer. Terdapat dua jenis rencana jangka pendek. Rencana tindakan (action plan) merealisasikan semua jenis rencana. Ketika sebuah perusahaan “X” siap untuk mengganti teknologinya, manajernya memusatkan perhatian mereka pada penggantian peralatan yang ada dengan peralatan baru secepat mungkin dan seefisien mungkin untuk meminimalkan hilangnya waktu produksi. Dalam banyak kasus, hal ini dapat dilakukan dalam beberapa bulan, dan produksi hanya terhenti selama beberapa minggu. Dengan demikian, suatu rencana tindakan mengkoordinasikan berbagai perubahan aktual pada suatu perusahaan tertentu. Sebaliknya rencana reaksi (reaction plan) adalah rencana yang dirancang untuk membuat perusahaan dapat bereaksi terhadap situasi yang tak terduga. Di salah satu perusahaan “X”, peralatan baru tiba lebih awal dari yang diharapkan dan manajer pabrik harus menutup produksi lebih cepat dari yang mereka perkirakan. Oleh karena itu, manajer tersebut harus bereaksi terhadap kejadian yang berada di luar kendali mereka dalam cara yang masih memungkinkan tercapainya tujuan.

Hambatan yang mungkin timbul dalam penetapan tujuan dan perencanan suatu perusahaan yaitu:

  1. Tujuan yang tidak tepat.
  2. Sistem penghargaan yang tidak tepat.
  3. Lingkungan yang dinamis dan kompleks.
  4. Keengganan untuk menetapkan tujuan.
  5. Penolakan terhadap perubahan.
  6. Keterbatasan.

Untuk mengatasi hambatan diatas, kita dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pahami maksud dan tujuan dari perencanaan awal.
  2. Lakukan sistem penghargaan dengan tepat sesuai dengan prestasi kerja yang telah dilakukan.
  3. Selalu komunikasikan setiap detil tujuan agar tercapai suatu pemahaman.
  4. Revisi dan konsistensikan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
  5. Minimalisir keterbatasan dengan mengoptimalkan segala jenis potensi yang ada.

 

2.3.2. Proses Pengawasan

Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Sasaran pengawasan itu adalah untuk menunjukan kelemahan dan kesalahan dengan maksud untuk memperbaiki dan mencegah agar tidak terulang kembali. Dalam pengawasan pendekatan tidak hanya dilakukan secara teknik tetapi digabungkan dengan pendekatan kepribadian dan pendekatan perilaku agar terjadi proses pengawasan yang mendapatkan hasil sesuai dengan harapan setiap perusahaan. Ada beberapa hak yang bersifat fundamental supaya pengawasan sesuai dengan rencana yaitu:

  1. Berorientasi kepada efisiensi.
  2. Berorientasi kepada efektivitas.
  3. Berorientasi kepada produktivitas.
  4. Pengawasan dilakukan pada saat kegiatan berlangsung.
  5. Pengawasan dilakukan karena sikap manusia yang tidak terlepas dari kesalahan.
  6. Pengawasan dilakukan sesuai dengan prosedur dasar pengawasan yang harus diketahui dan dilaksanakan.

Dalam setiap kegiatan operasi perusahaan biasanya terdapat 4 jenis pengawasan yaitu:

  1. Pengawasan dari dalam

Adalah pengawasan yang dilakuakan oleh aparat atau unit dari organisasi itu sendiri yang bertindak atas nama pimpinan perusahaan.

  1. Pengawasan dari luar

Adalah pengawasan yang dilakukan oleh organisasi yang dibentuk dari luar perusahaan dan bertindak untuk perusahaan itu sendiri atau pimpinan dan biasanya atas permintaan perusahaan.

  1. Pengawasan prefentif

Adalah pengawasan yang dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan atau dikerjakan yang bertujuan untuk mencegah kesalahan yang terjadi.

  1. Pengawasan represif

Adalah Pengawasan yang dilakuakan pada saat kegiatan itu sudah berlangsung yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan pekerjaan.

Ada 4 sistem dalam pelaksanaan sistem represif yaitu:

  1. Sistem Komperatif

1.1.  Mempelajari laporan kemajuan dari pelaksanan pekerjaan dan dibandingkan jadwal rencana pelaksanaan.

1.2.  Membandingkan laporan-laporan hasil pelaksanan pekerjaan dengan rencana yang telah diputuskan sebelumnya.

1.3.  Adakah analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi.

1.4.  Buatlah penilaian.

1.5.  Buatlah keputusan terhadap usulan perbaikannya maupun penyermpurnaan.

 

  1. Sistem Previkatif

2.1.  Tentukan keputusan yang berhubungan dengan prosedur pemeriksaan.

2.2.  Buatlah pemerikasaan secara periodik.

2.3.  Pelajari laporan perkembangan dari hasil pelaksanaan.

2.4.  Mengadakan penilaian.

2.5.  Putuskan tindakan untuk membuat suatu keputusan.

 

  1. Sistem Insektif adalah mengecek kebenaran dari suatu laporan yang dibuat dari pihak petugas pelaksanaan.

 

  1. Sistem Investigatif adalah sistem yang dilakuakan dengan menitik beratkan terhadap penyelidikan atau penelitian yang lebih dalam terhadap masalah yang bersifat negatif dan mengambil keputusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1.  Simpulan

Perencanaan adalah suatu kegiatan menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian. Sedangkan pengawasan operasional adalah suatu kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan tidak melenceng dari tujuan awal perusahaan didirikan dan untuk mencegah kesalahan yang sama terulang kembali.

Perencanaan dan pengawasan dalam suatu operasional perusahaan sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal perusahaan didirikan. Kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap sebagai berikut :

1.      Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.

2.      Merumuskan keadaan saat ini.

3.      Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.

4.      Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.

Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan yaitu:

1.      Untuk mencapai “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.

2.      Untuk mencapai “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Manfaat dari perencanaan sangat luas meliputi membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan, memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas, membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat, memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi, membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami, meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti serta menghemat waktu, usaha, dan dana.

Beberapa hak yang bersifat fundamental yang harus dipenuhi supaya pengawasan sesuai dengan rencana yaitu:

  1. Berorientasi kepada efisiensi.
  2. Berorientasi kepada efektivitas.
  3. Berorientasi kepada produktivitas.
  4. Pengawasan dilakukan pada saat kegiatan berlangsung.
  5. Pengawasan dilakukan karena sikap manusia yang tidak terlepas dari kesalahan.
  6. Pengawasan dilakukan sesuai dengan prosedur dasar pengawasan yang harus diketahui dan dilaksanakan.

Kegiatan pengawasan operasional perusahaan pada umumnya terdiri dari 4 jenis yaitu pengawasan dari dalam perusahaan, dari luar perusahaan, pengawasan prefentif dan pengawasan represif. Kegiatan pengawasan prefentif lebih menitik beratkan pada cara pencegahan agar perusahaan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat menimbulkan kerugian pada perusahaan. Sedangkan pengawasan represif lebih menitik beratkan pada pengawasan di lapangan untuk menjamin keberlangsungan operasi suatu perusahaan.

 

3.2.  Saran

Dari hasil pembahasan makalah diatas penulis menyarankan:

  1. Mengingat perkembangan dan persaingan usaha yang semakin ketat, studi lanjut mengenai perencanaan dan pengawasan operasi yang lebih kompleks sangat diperlukan.
  2. Ketika suatu teori diaplikasikan dalam suatu tindakan nyata, sangat diharapkan melakukan beberapa penyesuaian yang dapat mendorong penerapan teori tersebut lebih baik.
  3. Suatu permasalahan tak terduga sering muncul pada waktu kegiatan operasional dijalankan, hal ini membutuhkan kajian yang lebih mendalam pada perencanaan awal suatu perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http:www.terindikasi.com.Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar.html. diunduh: 04/10/2012 15.59WIB.

http:www.novia’s blogspot.com.Pengawasan dalam Organisasi.html. diunduh: 11/10/2012 17.25WIB.

http:www.IphovKumalaSriwana.blogspot.com.html. diunduh:11/10/2012 17.29 WIB.

http:www.repository.usu.ac.id.Perencanaan dan Pengendalian Operasi. diunduh: 12/10/2012 16.14WIB.

http:www.digilib.usu.ac.id.Perencanaan Operasi Perusahaan. Diunduh: 13/10/2012 17.15WIB.

under: Uncategorized

Leave a response






Your response:

Categories